Assalamualaikum, Yeah activate blk my beloved blog.^^~
1st of all.. Today is Maulidur Rasul,Nabi Muhammad S.A.W. (12 rabiulAwwal)
i got this msg from Afiqah long time ago,thx to her for sending msg like this.
***
""Ada sebuah kisah ttg cinta yg sebenar-benar cinta yg dicontohkan oleh Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu,walaupun langit mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,Rasulullah dengan suara terbatas Memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dlm kekuasaan Allah dan cintakasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian,Al-Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku,bererti mencintai aku dan kelak org2 yg mencintaiku akan msk syurga bersama-sama ak."

Khutbah ringkas itu diakhiri dgn pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dgn berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Uthman menghela nafas dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah dtg,saatnya sudah tiba.

"Rasullulah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu,hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Alu dan Fadhal dgn cergas menangkap Rasulullah yg berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yg hadir disana pasti akan menahan detik2 berlalu.

Matahari kian tinggi, tp pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sdg didalamnya, Rasulullah sdg terbaring lemah dgn keningnya yg berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjd alas tidurnya. Tiba-tiba dr luar pintu terdgr seorg yg berseru mengucapkan salam.

"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah,ayahku sedang demam," kata Fatimah yg membalikkan badan dan menutup pintu.Kemudian ia kembali menemani ayahnya yg ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

"Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini ak melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dgn pandagan yg menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah ,dialah yg menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yg memisahkan pertemuan di dunia.Dialah malaikatul maut,"kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut dtg menghampiri, tp Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yg sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" tanya Rasulullah dgn suara yg amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedtgnmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega,matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendegar khabar ini?" tanya Jibril lagi."Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khuatir wahai Rasul Allah aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku : ' Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dkt,saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril,betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yg disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada malaikat penghantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdgr Rasulullah memekik, kerana sakit yg tidak terthnkn lg.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya tidak bergerak lg. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bisshalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah org2 yg lemah diantaramu." Di luar pintu tangis mulai terdgr bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tgn di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yg mulai kebiruan."Ummatii,ummatii,ummatii?"-"Umatku,umatku,umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukan kita mencintai sepertinya? Allahumma solli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintaya Rasulullah kepada kita. Semoga timbul kesedaran utk mencintai Allah dan RasulNya seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.Amin..""
***

Bila bace msg ni,kite rase alangkah bgsnya kalau kite hidup sezaman dgn Rasulullah, walaupun mereka diduga dgn dugaan hebat tapi kalau ada Rasulullah disisi kite Insya-Allah kite boleh hadapinya. Last but not least,
cintailah Allah dan Rasul sebagaimana mereka mencintai kita!